BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Memposisikan guru sebagai profesi, suatu hal yang sangat esensial diberlakukan di Indonesia. Sebab menempatkan guru seperti itu akan memperbaiki nasib para guru yang selama ini sering termaginalkan. Guru juga akan menjadi lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

Masalahnya, bagaimana guru mengantisipasi tuntutan seper itu, sehingga dapat mengembangkan profesinalismenya. Menurut “Journal Education Leadership” (Maret 1994), ada lima ukuran seorang guru dinyatakan professional : Pertama, memiliki komitmen pada siswa dan proses belajar. Kedua, Secara mendalam meguasai bahan ajar dan cara mengajarkan. Ketiga, bertanggung jawab memantau kemampuan belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Keempat, mampu berfikir sistematis dalam melakukan tugas dan Kelima, seyogyanya menjadi bagian dari masyarakat belajar di lingkungan profesinya.

Sedangkan “Malcon Allred” mengatakan, selain kelima aspek itu, sifat dan kepribadian guru amat penting artinya bagi proses pembelajaran adalah adaptabilitas, entusiasme, kepercayaan diri, ketelitian, dan kerjasama yang baik.

Guru juga dituntut untuk mereformasi pendidikan, bagaimana memanfaatkan semaksimal mungkin sumber-sumber belajar di luar sekolah, perombakan structural hubungan antara guru dan murid, seperti layaknya hubungan pertemanan, penggunaan teknologi modern dan penguasaan iptek , kerja sama dengan teman sejawat antar-sekolah, serta kerja sama dengan komunitas lingkungannya (kompas, 12 September 2001).

Seiring dengan mulai berlakunya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi, dalam melaksanakan dan menjalankan tugasnya disekolah para guru benyak menemukan berbagai kendala dan permasalahan, hal ini memunculkan keragu-raguan teritama dalam hal pemahaman kurikulum, materi, metodologi, pemilihan strategi yang tepat dan lain sebagainya. Guru tidak tahu apakah strategi megajar dapat meningkatkan penguasaan kompetensi siswa yang tepat, bagaimana menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif agar siswa senang belajar.

Memperhatikan kebijaksanaan pemerintah serta tuntutan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru, perlu adanya suatu wadah yang dapat menjadi suatu arena pembahasan, diskusi pemecahan masalah dan tindak lanjutnya.

Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) sebagai salah satu upaya yang dapat digunakan sebagai ajang pertukaran informasi atau media komunikasi Guru untuk memperbaiki kinerjanya dalam proses pembelajaran demi kemajuan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. MGMP juga merupakan tempat yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam kendala dan kesulitan para guru dalam mel;aksanakan pembelajaran disekolah. Diamsumsikan bahwa kegiatan komunikasi atau sharing pendapat dalam MGMP akan bermakna jika dilaksanakan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan yang sama yaitu meningkatkan kompetensinya sebagai tenaga pendidikan di sekolah.

Motivasi peserta terhadap kegiatan MGMP akan lebih meningkat jika ada spot atau dukungan dana sharing yang lain untuk kelanjutan kegiatan rutin ini. Upaya peningkatan kompetensi seorang guru merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan daerah maupun Nasional.

B. TUJUAN
Tujuan pelaksana MGMP Mata pelajaran pada TK MTs di Kabupaten Nagan Raya adalah :
1. Mambantu Pemerintah dalam Percepatan Sosialisasi Kabijakan-kabijakan Pemerintah terhadap kurikulum yang diberlakukan.
2. Menembah wawasan guru dalam hal kebijakan pemerintah di bidang peningkatan mutu pendidikan.
3. Menembah wawasan guru dan meningkatkan kemampuan menyusun perangkat Pembelajaran, Penilaian dan Metode Pembelajaran sebagai bagian dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
4. Mencara solusi yang terbaik dalam menghadapi berbagai permasalahan proses pembelajaran dan materi pelajaran sesuai dengan karakteristik sekolah masing-masing.
5. Mengetahui system pengelolaan dan pemanfaatan program MGMP.
6. Mengetahui partisipasi peserta dalam pelaksanaan program MGMP.
7. Mengetahui kualitas pelaksanaan program MGMP.
8. Mengetahui tindak lanjut dan ketrampilan peserta setelah mengikuti program MGMP.

C. SASARAN
Sasaran dari kegiatan MGMP ini adalah Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negera dan Swasta Kabupatan Nagan Raya. Jumlah Peserta MGMP adalah 50 guru dengan perincian sebagai berikut :
1. MTsN Jeuram : 15 orang guru bidang studi
2. MTsN Keude Linteueng : 10 orang guru
3. MTsS Kuala : 7 orang guru
4. MTsS Al-Quddus : 7 orang guru
5. MTsS Darul Makmur : 5 orang guru
6. MTsN Kuta Makmue : 3 orang guru
7. MTsN Harapan : 3 orang guru

D. HASIL YANG DIHARAPKAN
Hasil yang diharapakan dalam kegiatan MGMP ini adalah :
Bagi Guru Peserta MGMP :
1. Memperoleh pengalaman baru dari hasil sharing guru Mata Pelajaran.
2. Meningkatkan Kompetensi Subtansi Pokok.
3. Memiliki kemampuan dalam tehnik mengajar, mengevaluasi dan terampil dalam menyusun/mengembangkan Silabus, Renacana Pembelajaran, Materi Pembelajaran dan bahan ajar.
4. Memiliki Rencana Program Tindak Lanjut (RPTL) untuk implementasi hasil MGMP di sekolah masing-masing.
5. Perbaikan sikap / inovasi tenaga pendidikan dalam proses belajar mengajar.
6. Mampu menerapkan model pembelajaran yang dapat menyenangkan dalam pembelajaran.
7. Peningkatan kompetensi guru dalam hal pengembangan profesionalisme guru melalui MGMP ( aktif dalam diskusi dan kajian maaslah pembelajaran di sekolah ).
Bagi Siswa di Sekolah :
1. Siswa menyenangi mata pelajaran yang diberikan oleh guru.
2. Siswa mudah memahami pelajaran yang diberikan.
3. Siswa dapat menggunakan konsep-konsep mata pelajaran dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Siswa meningkatkan prestasinya dalam ulangan harian, ulangan tengah semester maupun pada ujian UAS dan UN.

E. MANFAAT
MGMP yang efektif dapat membantu guru dan juga pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan pembelajaran yang dihadapi oleh para guru mata pelajaran di madrasah sehingga :
1. Guru MTs Se-Kabupaten Nagan Raya memiliki Silabus Mata Pelajaran sebagai bagian dari KTSP.
2. Guru Mata Pelajaran pada TK MTs dapat memiliki kemampuan dalam menelaah Silabus.
3. Guru yang mengajar di Madraah Tsanawiyah Se-Kabupaten Nagan Raya mengetahui informasi tentang kebijakan pemerintah di bidang pendidikan terutama informasi tentang kurikulum KTSP sesuai permen 22, 23 dan 24.
4. Bagu guru terbuka peluang untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme dan mutu pelajaran di sekolah.

5. Bagi pemerintah dapat mamanfaatkan MGMP Guru MTs dalam sosialisasi kebijakan-kebijakan dan informasi-informasi baru dalam dunia pendidikan.
6. Membantu guru mengelola pembinaan proses pembelajaran yang aktif, efektif, kreatif, inovatif dan menyenangkan (PAKEM).

BAB II
DESKRIPSI HASIL PROGRAM KEGIATAN

Dalam Pelaksanaa Kegiatan MGMP Mata Pelajaran diharapkan tercapai kompetensi guru antara lain telah terpahaminya KTSP dan terwujudnya guru mata pelajaran yang memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang secara akumulatif mengarah pada penguasaan secara komprehensif dengan profil kompetensi minimal dan mampu melaksanakan tugas-tugas dan fungsi pendidikan dan pembelajaran secara efektif, efisien dan inovatif. Gambaran kompetensi tersebut, terurai secara rinci dan sistimatis antara lain :
1. Penyusunan Program Tahunan dan Program Semester
2. Desian Silabus untuk semua Mata Pelajaran
3. Merancang sebahagian RPP
4. Praktek Model-model Pemelajaran.
5. Pendalaman Materi Esensial
6. Desian Alat Bantu / Alat Praga
7. Penyusunan Alat Evaluasi
8. Pembelajaran Kontektual
9. Pembuatan LKS
10. Peer/Real Teaching.

BAB III
RENCANA PROGRAM DAN HASIL KEGIATAN

A. JENIS PROGRAM KEGIATAN
I. NAMA KEGIATAN : Pemberdayaan MGMP Tingkat MTs Kab. Nagan Raya
II. PROGRAM : 1. Desain Prangkat Pembelajaran
2. Model – model Pembelajaran
3. Penyusunan Alat Evaluasi
4. Desain Media Pembelajaran
5. Pendalaman Materi Essensial
III. KEGIATAN :
1. Desain Prangkat Pembalajaran
a. Sosialisasi lengkap tentang KTSP dan penyusunan KKM
b. Menyusun prota/prosem dan perincian minggu efektif
c. Menyusun Silabus dan RPP dengan KTSP
2. Model-model Pembelajaran
Pemilihan metode, strategi pembelajaran PAKEM pada materi tertentu.
3. Pendalaman Materi
4. Analisis Ulangan Harian.
IV. TUJUAN :
a. Peserta memahami kabijakan pemerintah dibidang pendidikan
b. Peserta dapat menguasai mata pelajaran yang diajarkan
c. Peserta dapat memahami KTSP
d. Peserta dapat menyusun kalender dan KKM
e. Peserta dapat menyusun Silabus, RPP, Penilaian
f. Peserta dapat menggunakan berbagai metode dalam pembelajaran
V. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN MGMP TINGKAT MTs
1. Tempat Pelaksanaan Kegiatan :
Di MTsN Jeuram
2. Waktu Pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan diperkirakan bulan Oktober s/d Desember 2008, dilaksanakan setiap sabtu sore sebanyak 10 kali pertemuan, untuk 1 kali pertemuan 150 menit.

B. JADWAL KEGIATAN
1. Persiapan
a. Rapat persiapan
b. Penyusunan proposal
2. Pelaksanaan Kegiatan
Hari / Tanggal Sesi Waktu T o p i k Pelaksana
Sabtu 18 Oktober 2008 I
II
III
IV 15.00 – 16.00
16.00 – 16.15
16.15 – 16.30
16.30 – 17.30 Pembukaan
Istirahat
Pengelompokan Peserta
Sosialisasi KTSP Panitia

Panitia
Nara Sumber
Sabtu 25 Oktober 2008 I

II
III 15.00 – 16.00

16.00 – 16.15
16.15 – 17.30 Praktek dan penyerahan dokumen pembelajaran yang sudah ada pada peserta.
Istirahat
Diskusi / Praktek Silabus KTSP Tim Nara Sumber

Sabtu 1 November 2008 I
II
III 15.00 – 16.00
16.00 – 16.15
16.15 – 17.30 RTL / Diskusi Silabus KTSP
Istirahat
Lanjutan Materi I Tim Nara Sumber

Sabtu 8 November 2008 I
II
III 15.00 – 16.00
16.00 – 16.15
16.15 – 17.30 Model Pembelajaran
Istirahat
RTL / Model Pembelajaran
Sabtu 15 November 2008 I
II
III 15.00 – 16.00
16.00 – 16.15
16.15. 17.30 RTL minggu yang lalu
Istirahat
Diskusi / Praktek model pembelajaran Tim Nara Sumber

Sabtu 22 November 2008 I
II
III 15.00 – 16.00
16.00 – 16.15
16.15 – 17.30 Pengembangan RPP
Istirahat
Tehnik Pengembangan RPP PAKEM/RTL
Sabtu 29 November 2008 I

II
III 15.00 – 16.00

16.00 – 16.15
16.15 – 17.30 Diskusi / Praktek Pengembangan RPP
Istirahat
Lanjutan Materi I
Sabtu 6 Desember 2008 I
II
III 15.00 – 16.00
16.00 – 16.15
16.15 – 17.30 Pemdalaman Materi
Istirahat
Lanjutan materi I
Praktek/RTL Tim Nara Sumber

Hari / Tanggal Sesi Waktu T o p i k Pelaksana
Sabtu 13 Desember 2008 I
II
III 15.00 – 16.00
16.00 – 16.15
16.15 – 17.30 Tehnik Penentuan KKM
Istirahat
Lanjutan Materi I
Sabtu 20 Desember 2008 I

II
III

IV 15.00 – 16.00

16.00 – 16.15
16.15 – 17.00

17.00 – 17.15 Tehnik Analisis Ulangan Harian
Istirahat
Penyusunan Rencana Tindak Lanjut
Penutup Tim Nara Sumber

Panitia

C. LAPORAN DAN PEMANTAUAN INTERNAL
1. Pelaksana Monev
2. Penyusunan / Pengiriman Laporan
3. Dokumentasi
4. Penyusunan Rencana Tindak lanjut.

BAB IV
P E N U T U P

A. KESIMPULAN
1. MGMP Sebagai upaya meningkatkan Mutu pendidikan melalui Tenaga Pendidik.
2. MGMP Upaya membimbing guru dalam memilih metode dan menyiapkan rencana inovasi pendidik.
3. Dengan melakukan On Service dan Peer Teaching adalah upaya mengadakan observasi langsung dan atas dasar hubungan akrab antara guru dan supervisor dapat diperoleh data yang lebih mendetil tentang kegiatan di kelas.

B. SARAN
1. Stake Holder diharapkan turut berperan aktif dalam kegiatan MGMP.
2. Disarankan agar program MGMP seperti ini dapat juga dilakukan pada Mata Pelajaran yang lain yang ada di Kabupaten/Kota Lainnya.
3. Agar pertemuan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan maka kepada seluruh pihak yang terkait agar dapat membantu kami baik penanggung jawab dalam menjalankan program ini.
4. Akhirnya kepada yang Maha Kuasa kita berserah diri agar semua apa yang kita lakukan hendaknya mendapat berkahNya, Amin…!