Suara Hati Seorang Guru

Catatan Sang Guru

Pendidikan Sabar Dalam Kisah Nabi Ayub


 

 

PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang Masalah

 Dalam surat Al-Baqarah  ayat 155-156 Allah SWT berfirman :

 ولنبلونكم بشيئ من الخوف والجوع ونقص من اموالاموال والا نفس والثمرت  وبشرالصبرين. الذين  اذآاصابتهم مصيبة قالوآانا لله وانآاليه رجعون. اولئك عليهم صلوة من ربهم ورحمة وأولئك هم المهتدون .(البقرة : ١٥٥ -١٥٧).

Artinya :   Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Al-Baqarah : 155-157).

 Ayat ini memcoba memberikan dasar-dasar kehidupan yang sehat kepada umat Islam agar tidak mudah berputus asa dalam menghadapi berbagai bentuk kesulitan  hidup dan mau menerima  kenyataan-kenyataan yang dihadapinya. Semua hal tersebut harus dihadapi dan diterima dengan penuh kesabaran.

Sabar   adalah    menahan    diri   terhadap    apa     yang     dibencinya,  atau  menahan sesuatu yang dibencinya dengan ridha dan rela.1 Sabar merupakan salah satu sifat terpuji yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Dalam bersabar terhadap itu semua orang muslim  bersenjatan diri dengan ingat pahala ketaatan kepada   Allah SWT, dan ingat siksa yang pedih  Allah SWT untuk orang-orang yang dimurkai-Nya, dan orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya. Selain itu ia ingat takdir-takdir Allah senantiasa berlangsung, keputusan-Nya adalah adil, dan hukumnya pasti terjadi,  baik dihadapinya dengan sabar maupun  tidak. Hanya saja sabar itu menjanjikan pahala dan tidak sabar itu menjanjikan dosa.

Karena sabar adalah akhlak yang didapatkan dengan pelatihan dan usaha yang maksimal, maka setelah orang muslim meminta Allah SWT memberinya sifat sabar, ia ingat sifat sabar dengan ingat perintah kepada sabar dan ingat pahala yang dijanjikan  bagi orang-orang sabar.

Sebagaimana firman Allah SWT :

واصبرعلى مآأصابك إن ذلك من عزم الامور.(لقمان : ١٧).

Artinya : … Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu,  sesungguhnya   yang  demikian   itu  termasuk  hal-hal   yang diwajibkan (oleh Allah). (Q.S. Luqman : 17).

 Selanjutnya, Firman Allah SWT :

انمايوفى الصبرون اجرهم بغيرحساب. (الزمر : ١٠).

Artinya : …Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Q.S. Az-Zumar : 10).

Dari kedua ayat di atas dapat dipahami bahwa sifat sabar wajib dimiliki oleh setiap orang yang beriman. Sebab dengan bersabar  terhadap apa yang menimpanya  Allah akan memberikan pahala yang besar dan tapa batas. Sifat sabar dapat dimiliki oleh setiap orang melalui pendidikan. Namun demikian, tidak semua orang tahan terhadap apa yang menimpanya, seperti hal Nabi Ayub, as.

Nabi Ayub as salah seorang Nabi dan Rasul yang diutus kepada kaumnya. Sebagai manusia Nabi Ayub sering mendapatkan berbagai cobaan yang berat dan sangat sulit bagi orang biasa. Betapa tidak cobaan yang bertubi-tubi. Sebelum ia dicoba  dengan penyakit penyakit kulit semacam gatal-gatal  yang  begitu  parah  sampai  sekujur  badannya  diselimuti  nanah dan  belatung. Akibat  penyakitnya itu, ia  diasingkan  oleh masyarakat karena  dianggap  akan  menyebarkan wabah penyakit. Hanya istrinyalah yang menjadi teman setia. Selama tujuh tahun Ayub bergulat dengan penyakit

Namun demikian kesabaran dalam menghadapi cobaan itu sangat luar biasa hingga kulit dan dagingnya habis dimakan ulat, tapi hatinya tidak pernah sunyi dari zikir kepada Allah SWT.

Ketabahan,  kesabaran  dan  rasa   tenang   menghadapi   cobaan   serta penderitaan itu sebagaimana dituturkan dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya : 83, yaitu :

وايب إذنادى ربه اني مسني الضر وانت ارحم الرا حمين. (الانبيآء : ٨٣).

Artinya :  dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika  ia meyeru Tuhanya : (Ya Tuhanku),  sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau  adadah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang. (Q.S. Al-Anbiya : 83).

Berdasarkan kisah Nabi Ayub tersebut kiranya kaum muslimin dan muslimat dapat berusaha meneladaninya. Namun dalam kenyataan kaum muslin saat ini pada umumnya mengabaikan sikap dan sifat sabar dalam hidup dan kehidupannya.

 B. Rumusan Masalah

Bertitik tolak dari larat belakang di atas, maka muncul beberapa  rumusan  pertanyaan masalah, yaitu :

1. Bagaimana keteguhan Nabi Ayub dalam menghadapi cobaan ?

2. Cobaan apa saja yang pernah dialami  Nabi Ayub ?

3. Nilai pendidikan apa saja yang terkandung dalam kisah Nabi Ayub ?.

 C. Penjelasan Istilah

Untuk menghindari timbulnya kekeliruan dan kesalahan pemahaman pembaca  terhadap judul skripsi ini, maka dirasa memberi pengertian beberapa istilah pada judul tersebut. Adapun istilah-istilah yang membutuhkan penjelasan sebagai    berikut :

1.        Pendidikan

Istilah pendidikan berasal dari kata didik yang berarti memelihara dan memberi latihan. Dengan demikian istilah pendidikan dapat diartikan dengan “suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok yang diusahakan untuk mendewasakan pemikiran manusia melalui penganjaran dan latihan.2

                Selanjutnya, Soegarda Poerbakawatja mengatakan bahwa pengertian pendidikan adalah : “Pendidikan dalam arti yang luas meliputi semua perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya, pengalamannya, kecakapannya, serta keterampilannya kepada generasi muda sebagai  usaha menyiapkan agar dapat memenuhi fungsinya, baik jasmaniah, maupun rohaniah”.3

                Pendidikan  yang  dimaksudkan  dalam  pembahasan skripsi ini adalah   “Pendidikan  Sabar  dalam   kisah   Nabi  Ayub, as.  yang   dapat    mendidik mendidik manusia untuk dapat menjadi orang-orang yang sabar.

2. Sabar

                Istilah sabar dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diartikan dengan “tahan menderita sesutau (tidak lekas marah, tidak lekas patah hati, tidak lekas putus asa, dsb).4

Selanjutnya, Istilah sabar  juga dapat diartikan dengan “menahan  diri  terhadap  apa  yang dibencinya, atau menahan sesuatu yang dibencinya dengan ridha dan rela”.5

Dari pengertian di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa  pengertian sabar adalah tahan terhadap segala sesuatu, baik dalam bentuk penderitaan, maupun dalam bentuk prilaku.

3. Kisah

                Istilah kisah dapat diartikan dengan kejadian-kejadian/peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Adapun kejadian-kejadian masa lampau yang penulis maksudkan dalam pembahasan skripsi ini adalah peristiwa yang terjadi pada diri Nabi  Ayub, as terutama yang berkenaan dengan kesabaran yang dimilikinya.

4. Nabi Ayub

                Nabi  Ayub, as  adalah  putra  ‘Ish  bin  Ishaq  bin  Ibrahim  as.  Beliau  adalah seorang Nabi yang kaya raya, banyak mempunyai binatan ternak, putra yang banyak, baik laki-laki maupun perempuan. Beliau orang yang berbuat baik  kepada fakir miskin, membantu anak-anak yatim piatu, memuliakan tamu dan sebagainya. Nabi Ayub salah satu nabi yang  menerima berbagai macam bentuk cobaan dan ia hadapin dengan penuh kesabaran.6

                Dengan demikian Nabi Ayub adalah salah seorang rasul Allah yang  sanggup menerima berbagai bentuk cobaan.

 D. Tujuan Pembahasan

        Adapun   tujuan   pembahasan   dalam  skripsi  ini  adalah  sebagai  berikut :

1. Untuk  mengetahui tingkat keteguhan Nabi Ayub dalam menghadapi cobaan ?

2. Untuk mengetahui cobaan apa saja yang pernah dialami  Nabi Ayub ?

3. Untuk menemukan nilai-nilai pendidikan apa saja yang terkandung dalam kisah Nabi Ayub ?.

 E. Postulat  dan Hipotesis

Postulat  yaitu  angapan  dasar   atau  teori-teotri  yang   dipakai  serta

kebenarannya    dapat  menjadi    titik  tolak    berfikir dalam  memecahkan  masalah yang ditemukan.

Adapun anggapan dasar dalam penelitian ini adalah :

1.        Sifat sabar adalah sifat yang terpuji yang wajib dimiliki oleh setiap muslim.

2.        Kisah-kisah Rasul Allah dapat dijadikan suri teladan oleh setiap muslim.

Sedangkan yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini bahwa :

1.        Kisah sabar Nabi Ayub mengandung nilai pendidikan dan  dapat dijadikan contoh bagi setiap kaum muslim.

2.        Kisah sabar Nabi Ayub memndidik kaum muslim untuk dapat bersabar dalam menerima segala bentuk cabaan.

 F. Metode Penelitian

                Dalam  penulisan  skripsi, metode  penelitian   merupakan  suatu  cara utama untuk memberi arahan atau acuan dalam pennyusunan dan penyempurnaan skripsi.

                Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) atau menelaah buku-buku, kitab-kitab, dan sumber lainnya yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas. Kemudian  data  tersebut  didiskriptifkan  sebagaimana adanya dan kemudian

dianalisa berdasarkan data yang ada..


 

1Abu Bakr Jabir Al-Jazairi, Ensiklopedi  Muslim : Minhajul Muslim, Terjemahan Fadhli Bahri, Lc, Cetakan Ketujuh, (Jakarta : Darul Falah, 2004), hal. 220.

 

2Depdikbud RI., Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cet. II, (Jakarta: Balai Pustaka, 1989), hal. 204.

 

3Soegarda Poerbakawatja, Ensiklopedi Pendidikan, (Jakarta: Gunung Agung, 1981), hal. 214.

 

4Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1985), hal. 844.

 

5Abu Bakr Jabir Al-Jazairi, Ensiklopedi …, hal. 220.

 

6Hadiah Salim, Qishashul Anbiya : Sejarah 25 Rasul, (Bandung : Al-Ma’arif, t.t), hal. 135.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

  • 7,802 hits

Kelender

Oktober 2014
S S R K J S M
« Nov    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 102 pengikut lainnya.